Our amazing new site will launch in

Sabtu, 17 November 2012

Temuan Pansus Dprk Subulussalam Masih Teka-Teki


Temuan Pansus DPRK Subulussalam Masih Teka-Teki






Subulussalam. Onlinenews
Perjalanan TIM PANSUS DRPK Subulussalam dalam melakukan berbagai kegiatan, terlebih turun kelapangan, setelah menerima laporan haasil capaian kinerja pada semester II tahun 2012, disertai dengan SK no. 08/KPTS/DPRK/2012, sehingga legalitas TIM PANSUS tak diragukan lagi dalam emngawasi / melihat hasil kinerja seluruh SKPK yang ada di jajaran Pemko Subulussalam dan hal ini adalah salah satu fungsi DPRK terhadap mengawai penggunaan anggaran oleh para pengguna anggaran (SKPK).
Fungsi PANSUS adalah sangat mulia, yang jelas perlu transparansi semua pengelolaan anggaran, hal ini bertujuan “good government”, yang aratinya perlu diciptakan pemerintahan yang baik dan jauh dari asumsi-asumsi negatif.
Tim PANSUS telah berjalan, dan menurutnya banyak kejanggalan-kejanggalan ditemui dilapangan, seperti dugaan lambatnya pengerjaan proyek fisik sehingga tak dapat selesai pada tahun anggran yakni tahun 2012 ini.
Tim PANSUS terbentuk dan dibagi 4 Tim sesuai komisi-komisi yang ada di DPRK dan komisi ini bekerja sesuai mitra kerjanya.
Harapan demi harapan dengan terbentuknya PANSUS agar semua Tim perlu menunjukkan kejujuran agar mereka berani mengatakan “yang salah itu memang benar salah dan yang benar itu memang benar”. Kejujuran adalah sebuah modal utama pada TIM PANSUS demi tercapainya pembangunan Kota Subulussalam yang baik, seterusnya pengawasan ini adalah salah satu bentuk kepedulian DPRK, sehingga koreksi sangat dihatapkan, baik itu penggunaan anggaran yang transparan oleh SKPK.
Akan tetapi sampai saat ini temuan-temuan Tim PANSUS belum ada terpblikasi, alias maish raib, belum ada semacam laopran resmi oleh Tim dan kiranya temuan-temuan PANSUS tak boleh dirahasiakan, agar opini masyarakat gak muncul.
Tim PANSUS harus berani atau “gentleman” tanpa harus menunggu iming-iming dari pihak tertentu. Lebih cepat lebaih baik apalagi ada temuan-temuan dalam pelaksanaan, agar dapat diperbaiki dan bila penting sampai ke jalur hukum.

Sumber : http://www.kotasubulussalam.com/2012/11/temuan-pansus-dprk-subulussalam-masih.html

Misteri Pembunuhan Di Kota Subulussalam

Misteri Pembunuhan Di Kota Subulussalam Terungkap 


Subulussalam. Onlinenews
Kasus pembunuhan gadis ( Risma ) 21 Tahun di Kota Subulussalam kini telah terjawab dan tersangka di tangkap tanggal 11/11-2012 (minggu malam) di Aceh Timur, dan telah diboyong ke Mapolres Aceh Singkil untuk selanjutnya diminta keterangan.
Menurut Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP IBRAHIM, SH dikonfirmasi –wartawan media ini, beliau mengakui bahwa 1 orang pelaku pembunuhan gadis (Risma) telah ditangkap di Aceh Timur, pelaku berinisial RM, 21 tahun warga desa penuntungan Kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam dan kini telah mendekam di balik jeruji Polres Aceh Singkil untuk selanjutnya mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pelaku di duga 2 orang, setelah ditangkap 1 orang, maka yang satu lagi masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Selanjutnya menurut Kasat Reskrim bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya dan RM ini boleh dikatakan utama dan menurutnya kejadian di Trans 26 Kabupaten Aceh Singkil beberapa bulan yang lalu, juga RM terlibat.
Maka RM boleh dikatakan telah sering melakukan kinerja yang melanggar hukum.
Ditambah Kasat lagi, bahwa barang bukti dari TSK telah diamankan berupa pisau, HP, sepeda motor dan seterusnya TSK dijerat dengan pasal 340, Pasal 338, pasal 365, pasal berlapis, karena menurutnya setelah melihat kronologisnya TSK mengadakan penculikan, perkosaan, perampokan dan pembunuhan.
Atas kejadian yang menimpa Ikhwan dan Risma, polisi mencurigai Atenglah sebagai pelakunya. Apalagi pascakejadian itu ayah satu anak itu menghilang dari rumahnya. Dicari ke mana-mana, tapi tak ketahuan tempat sembunyinya. Sampai akhirnya didapat info yang meyakinkan bahwa Ateng bersembunyi di rumah kakaknya di Aceh Timur. Saat diikuti ke Aceh Timur, info itu ternyata benar dan Ateng berhasil diringkus, meski berupaya kabur. “Pelakunya ada dua orang, satu sudah ditangkap, yang satunya lagi buron,” kata Kapolres Aceh Singkil kepada Serambi.
Kapolres Aceh Singkil menilai, Ateng termasuk profesional dalam melakukan rangkaian kejahatan. Ia terlibat mulai dari mencuri hingga menampung sepeda motor curian. Ia juga diduga membunuh lebih dari dua orang dan memerkosa seorang wanita di atas usianya.
Para korban, kata Kapolres, hampir semua dia lukai bahkan bunuh. Ia bersama temannya yang kini buron, juga memerkosa secara bergilir seorang wanita yang kemudian mereka aniaya hingga tewas. “Peristiwa itu terjadi di Trans 26 Rimo, Gunung Meriah, Aceh Singkil. Korban yang pria dia bunuh, sedangkan perempuannya diperkosa secara bergilir. Di Subulussalam, yang prianya dia tikam sementara perempuannya diperkosa lalu dibunuh,” kata Kapolres.
Saat membunuh dan memerkosa di Singkil maupun di Subulussalam, pelaku tidak sendiri, melainkan dibantu oleh temannya. “Tapi dalam kasus di Aceh Singkil dan Subulussalam teman pelaku berbeda. Sekarang sedang kita kejar,” tambah Kapolres.
Kini, sebuah sepeda motor hasil kejahatannya dan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya telah diamankan Polres Aceh Singkil sebagai barang bukti.
Tersangka kini mendekam dalam pengapnya sel Mapolres Aceh Singkil. Ia dijerat dengan pasal berlapis (Pasal 340, 338, dan 365 ayat 4e KUHPidana) mulai dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga perampokan dan pencurian sepeda motor dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati dan minimal penjara seumur hidup. (kh)
Sasarannya Orang Pacaran
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang mengungkapkan bahwa sasaran utama aksi kejahatan Raja Mika alias Ateng (21) selama ini adalah pasangan yang berpacaran di tempat gelap atau sunyi.
Aksi kejahatan itu, kata Kapolres AKBP Bambang kepada Serambi, Mingu kemarin, ia duga terencana dengan baik, sebab bukan sekali dua hal itu dilakukan Ateng terhadap korbannya.
Modus yang dilakoni Ateng, menurut Kapolres, adalah merampas sepeda motor pasangan yang pacaran di tempat gelap atau sepi. Si pria dia tikam bahkan bunuh. Sedangkan wanitanya dia perkosa dan rampas barang-barang berharga milik korban, lalu dia bunuh.
Untuk memuluskan aksinya, kata Kapolres, seperti terjadi dalam kasus pembunuhan di Kota Subulussalam, pelaku lebih dulu menyaru sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH), sehingga memungkinkan mendekati pasangan yang pacaran.
Atas dasar fakta tersebut, Kapolres AKBP Bambang Syafrianto SIK mengingatkan para pemuda dan remaja agar tidak berpacaran ke lokasi-lokasi sunyi dan gelap. Sebab, selain memang bertetangan dengan norma agama, juga dapat memicu terjadinya aksi kejahatan, seperti yang selama ini dilakoni Ateng.
Kapolres AKBP Bambang mengakui, pengungkapan dan penangkapan Ateng yang terlibat serangkaian tindak pidana berat memakan waktu agak lama, lantaran pelakunya dalam pelarian selalu berpindah-pindah.
Karena itu pula, Polres Aceh Singkil membentuk tim khusus yang dipimpin Kasatreskrim AKP Ibrahim. Tim itu terus melacak keberadaan pelaku yang akhirnya diketahui berada di Aceh Timur dan berhasil dibekuk.
Namun, polisi kini masih menguber A (35), duda asal Kota Subulussalam. Ia diduga ikut membantu Ateng saat mengeksekusi korbannya di Kota Subulussalam. Lalu, sepeda motor korban jenis Supra 125 tanpa pelat dibawa lari ke arah Medan menuju Aceh Timur. Tapi nahas, di Stabat, Sumatera Utara, sepeda motor tersebut terjaring razia, sehingga ditahan polisi lantaran tidak memiliki surat-surat lengkap. Namun, A berhasil melarikan diri. Polres Aceh Singkil telah memasukkan namanya ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Maka dalam hal ini, pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan jangan terlalu member kebebaan kepada anak-anak untuk ekluar malam.
Dan bila melihat dan mengetahui sebuah kejadian agar secepatnya melapor pos polisi terdekat.

 Sumber dari media lain..

Kamis, 08 November 2012

CORBE’s


CORBE’s
                            (COMUNITAS RAPPER BEATBOX SUBULUSSALAM)


 



CORBE’s adalah Komunitas yang menggabungkan atau mengkombinasikan Rapper dengan Beat Box untuk menciptakan sebuah musik atau lagu tertentu.

Sejarah
CORBE’s dulunya bernama G.M.S (Gendang Mulut Subulussalam) yang dibentuk pada Tanggal 10 April 2012.
G.M.S sebelum dikenal masih mempunyai sedikit Personelyang mempunyai Skill Beat Box dan Rapper, nama-nama personel nya sebagai berikut :
1. Ryan Hanggara
2. Derry Usmilan
3. Aldy Santoso
4. Ferry Permata
5. Mualimin
6. Revi Syamditian
7. Oner

Lokasi tempat perkumpulan G.M.S tepatnya di SonyaNet Penanggalan Kota Subulussalam, di tempat perkumpulan ini G.M.S melakukan berbagai kegiatan seperti Sharing2 Beat Box, Buat lagu dan lain-lain.
Pertama kali G.M.S tampil di depan umum pada saat di undang untuk Beat Box di acara ulang tahun anak Hotel Abadi yang di adakan di Kolam Kasman Penanggalan Kota Subulussalam, yang di wakili oleh :
1.      Ryan Hanggara
2.      Derry Usmilan

Penampilan ke-2 G.M.S, G.M.S di ajak untuk mengisi acara perpisahan tepatnya pada saat perpisahan anak-anak kelas tiga SMA di SMAN UNGGUL SUBULUSSALAM, yang di wakili oleh :
1.      Ryan Hanggara,
2.      Derry Usmilan,
3.      Aldy Santoso.
Setelah 2 kali penampilan G.M.S, G.M.S udah lumayan dikenal

Penampilan ke-3 G.M.S, G.M.S diundang untuk mengisi Beat Box di acara Halal Bin Halal tepatnya di Singkil. Yang diwakili oleh :
1.      Ryan Hanggara
2.      Derry Usmilan
Dipenampilan ke-3 ini G.M.S pertama kali di beri honor atau bayaran sebesar Rp. 500.000,00.
Dari ke-3 penampilan G.M.S ini, G.M.S semakin dikenal dan personel G.M.S juga telah semakin banyak, personel-personel G.M.S di antaranya :


 

 

1.      Ryan Hanggara
2.      Derry Usmilan
3.      Ferry Permata
4.      Aldy Santoso
5.      Mualimin
6.      Oner
7.      Revy Syamditian
8.      Hanafy
9.      Rahmad Yuyun
10.  Titin Munthe
11.  Kacak
12.  Indra Bako
13.  Darmawansyah
14.  Dan lain-lain.
Maaf bagi kawan-kawan yang lain jika tidak disebutkan


Penampilan ke-4 dan penampilan terakhir G.M.S di undang untuk menampilkan Beat Box pada acara Nikahan. tepatnya diadakan di Penanggalan, yang diwakili oleh
1.      Ryan Hanggara
2.      Mualimin
3.      Hanafy.
Tidak lama setelah itu G.M.S mengubah nama menjadi CORBE’s, karena adanya kesalah pahaman dengan G.M.M (Gendang Mulut Medan).
Nama baru G.M.S yaitu CORBE’s di sahkan pada tanggal 18 September 2012. Masih pada lokasi yang sama yaitu di SonyaNet Penanggalan Kota Subulussalam.
Sekarang CORBE’s telah mempunyai satu lagu yaitu single pertama yaitu Cewek Matre.






Logo CORBE’s


Logo CORBE’s



TERIMA KASIH.

FROM CORBE’s

Kota Subulussalam


Kota Subulussalam
Kota Subulussalam adalah sebuah kota di provinsi AcehIndonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil.

Perbatasan :


UtaraKecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara
SelatanKecamatan Singkohor dan Suro Baru, Kabupaten Aceh Singkil
BaratKecamatan Trumon dan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan
TimurKabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara

Subulussalam About :
ProvinsiAceh
Dasar hukumUU No. 8 Tahun 2007
Tanggal2 Januari 2007
Pemerintahan
 - WalikotaAsmaudin, SH
 - APBD-
 - DAURp. 185.847.725.000,-
Luas1.391 km²
Populasi
 - Total60.298
 - Kepadatan44
Demografi
 - Kode area telepon0627
Pembagian administratif
 - Kecamatan5
 - Kelurahan74
 - Situs webhttp://www.kotasubulussalam.com/ 

Jln Syekh Hamzah Fansyuri....

Selintas Tentang Ulama Syekh Hamzah Fansyuri :

Adapun mengenai riwayat hidupnya, para sarjana berbeda pendapat karena tidak diketahui secara pasti tempat dan kapan lahirnya, akan tetapi berdasarkan fakta sejarah yang ada, Hamzah Fansuri diperkirakan hidup pada medio abad ke-16 saat Aceh dibawah pemerintahan Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayyidil Mukammil (997-1011 H/ 1589-1604 M). Dari nama belakangnya “Fansur” dapat kita ketahui bahwa ia berasal dari Barus, kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, daerah pesisir Barat pulau Sumatra itu bila diterjemahkan ke dalam bahasa Arab akan menjadi “Fansur”. Sebagaimana tertulis dalam syairnya “Burung Pingai”; Hamzah Fansuri di Negeri Melayu// Tempatnya kapur di dalam kayu// Asalnya manikam tiadakan layu// Dengan ilmu dunia di manakan payu. ‘Kapur’ ini sama maknanya dengan ‘Barus’. Dari sinilah tercipta kosa kata majemuk “kapur barus”.
Menurut Taufiq Ismail, dalam sastra Indonesia, yang cikal bakalnya adalah dari bahasa Melayu, posisi Hamzah Fansuri begitu urgensi karena dialah penyair pertama yang menulis bentuk syair dalam bahasa Melayu empat abad silam. Kontribusi besarnya bagi bahasa Melayu adalah fondasi awal yang dipancangkannya terhadap peranan bahasa Melayu sebagai bahasa keempat di dunia Islam sesudah bahasa Arab, Persia, dan Turki Utsmani.
Hamzah Fansuri banyak mendapat asupan ilmu di Zawiyah/Dayah Blang Pria Samudera/Pasai, Pusat Pendidikan Tinggi Islam yang dipimpin oleh Ulama Besar dari Persia, Syekh Al-Fansuri,  nenek moyangnya Hamzah. Kemudian Hamzah Fansuri mendirikan Pusat Pendidikan Islam di pantai Barat Tanah Aceh, yaitu Dayah Oboh di Rundeng, Subulussalam. Kedalaman ilmu yang dimiliki telah mengangkatnya ke tempat kedudukan tinggi dalam dunia sastra Nusantara. Oleh Prof Dr Naguib Al-Attas ia disebut “Jalaluddin Rumi”nya Kepulauan Nusantara, yang tidak terbawa oleh arus roda zaman. Ulama dan pujangga Islam Nusantara tersohor Hamzah Fansuri meninggal pada akhir pemerintahan Sulthan Iskandar Muda Meukuta Alam (1607-1636 M). Dimakamkan di kampung Oboh Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam di Hulu Sungai Singkil.

Arti Logo :

Arti dari lambang kota subulassalam
Perisai = Kekuatan dan Kekokohan
Rantai = Kebulatan Tekad
Bintang = Nilai Ketuhanan yang Maha Esa
Kitab Terbuka = Kesungguhan untuk menjaga Syariat Islam
Padi dan Kapas = Kesejahteraan yang ingin dicapai masyarakat Kota Subulussalam
Bukit dan Air = Karakteristik dan Topografi Wilayah
Pohon Kepala Sawit = Potensi Andalan Kota Subulussalam
Pepinangan = Penghargaan dan Penghormatan
Pedang = Semangat Kepahlawanan Mengisi Pembangunan
Semboyan “SADA KATA” = Kebulatan Tekad; Satu Kata Dalam Mufakat


Sarana Wisata :

1. Kota Subulussalam
2. Irigasi Sungai Namo Buaya
3. Air Terjun Nantampuk Mas
4. Air Terjun SKPC
5. Air Terjun Penuntungan

Profil :


Provinsi                   : Aceh
Ibukota                   : Kota Subulussalam
Luas                        : ± 1.206 km²
Dasar hukum           : UU Nomor 8 Tahun 2007
Tanggal - Hari jadi   : 15 Juni 2006
Koordinat                : 97(drajat)  45’ 58,703’’ E – 2(drajat) 47’ 13,66’’ N dan 98(drajat) 6’ 41,974’’ E –                       (drajat) 36’30,958’’ N
Kecamatan               : 5
Gampong                 : 74
Kode area telepon    : 0627
Suku bangsa             : Aceh
Bahasa                     : Aceh, Boang, Indonesia
Agama                     : Islam


Kecamatan-kecamatan di Kota Subulussalam :
1. Simpang kiri
2. Penanggalan
3. Rundeng
4. Sultan Daulat
5. Longkip


Semoga bermanfaat .... :)

Mimpi + Tekad = Kenyataan, Tekun + Usaha = Keberhasilan, Do'a + Kesungguhan = Kesuksesan

About Me

Aryawan Bancin El-Arsy. Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

HUBUNGI KAMI

Pasti Bisa...!, Bisa, Pasti...!

Pengunjung Akhir Tahun

Labels

Lintas Subulussalam

Account Facebook

Seputar Islam

Gabung Disini

Komentar Pengunjung

World Visitor

free counters

suara-Qita.blogspot.com

Posting Pilihan

Twitter

Langganan

Pages

Category

Popular Posts

Blog Archive

Followers